Isi Laporan
- Peneropongan bintang Bosscha
Peneropongan bintang Bosscha merupakan peneropongan bintang yang sangat terkenal di kota Bandung, tepatnya di kota Lembang. Peneropongan ini juga merupakan peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 1070 36’ Bujur Timur dan 60 49’ Lintang selatan. Tempat ini berada pada ketinggian 1310 meter diatas permukaan air laut atau pads ketinggian 630 m dari plato Bandung. Di Bosscha terdapat berbagai teropong, yaitu :
a. Teropong besar
Teropong ini merupakan teropong yang pertama kali dibuat. Teropong ini dibangun pada tahun 1920. Pembangunannya dilaksanakan selama 5 tahum yaitu 1923 – 1928. Teropong ini dibangun oleh Pak Bosscha, beliau adalah sebagai penyandang dana dalam pembangunan teropong. Rumah teropong besar ini disebut Zeiss. Di dalamnya terdapat 7 teropong besar yang bersifat permanen, artinya tidak dapat dipindah kemana – mana, dan terdapat 1 teropong portable yang bisa dibawa kemana – mana.
Untuk teleskopnya itu berlensa kalceis dengan berat ± 20 ton. Panjang lensa objektif atau focus adalah 10,78 m dengan diameter ± 60 cm dan lensa okuler sepanjang 12,5 – 40 mm. di dalam 1 tabung besar terdapat 2 teropong yang berbeda yang disebut dengan teropong cence.
Manfaat teropong besar ini yaitu untuk melihat semua objek langit. Namun teropong ini memiliki keunggulan yaitu untuk melihat bintang ganda. Bintang ganda adalah bintang yang tidak bisa terpisah secara gravitasi.
Setiap objek di langit memiliki waktu terbit dan tenggelam yang berbeda – beda, jadi waktu untuk meneropong itu bergantung pada objek dan kondisi bulan.Bintang tidak bisa dilihat dengan teropong pada kondisi langit terlalu terang ataupun dalam keadaan hujan.
b. Observatorium Bosscha
Observatorium Bosscha merupakan satu - satunya observatorium di Indonesia. Observatorium ini merupakan peninggalan dari bangsa Belanda, dan mulai tahun 1951 observatorium ini dikelola oleh ITB. Pada tahun 1930 di kawasan sekitar observatorium masih banyak terdapat kebun teh dan belum ada pemukiman penduduk. Sedangkan mulai tahum 1980 sudah terdapat banyak sekali pemukiman penduduk sehingga dapat mengganggu saat melakukan peneropongan bintang.
Di observatorium Bosscha terdapat :
ü Refraktor ganda Zeiss (Ǿ = 60 cm, f = 1078 cm)
ü Refraktor GAO – ITB
ü Refraktor unitron (Ǿ = 10,2 cm, f = 150 cm)
ü Cassegraingoto (Ǿ = 45 cm, f = 180 cm)
ü Coronado dan Coleostat (untuk meneropong matahari)
ü Refraktor Bamberg (Ǿ = 37 cm, f = 700 cm)
ü Teleskop radio
ü Refraktor Schmidt Bima sakti
ü Teleskop portable (untuk pelatihan olompiade, mengetahui hilal)
Polusi udara di sekitar kawasan observatorium merupakan sebuah ancaman keberadaan observatorium. Bintang yang dulu terlihat sekarang menjadi tidak terlihat karena pengaruh cahaya lampu.
c. Refraktor Schmidt Bima sakti
Teleskop Bima Sakti diistalasi pada tahun 1960 dan merupakan sumbangan dari UNESCO kepada observatosium Bosscha. Teleskop jenis ini termasuk jarang di dunia (langka). Teleskop Schmidt Bima sakti memiliki system optic Schmidt sehingga sering disebut kamera Schmidt. Teropong ini mempunyai diameter lensa koreksi 51 cm, diameter cermin 71 cm dan panjang focus 127 cm. perbandingan antara panjang focus terhadap diameter lensa koreksi baru dikenal dengan f-ratio relative paling kecil diantara teleskop – teleskop besar di observatorium Bosscha.
2. Kebun Strawberry
Tempat memetik strawberry di Bandung terletak di daerah atas sepetri Ciwidey, Lembang, Cihanjuang, dan Cihideung. Namun pada kesempatan kemarin saya dan teman – teman mengunjungi kebun strawberry di Kota Lembang.
Seperti memasuki strawberry land, itulah yang telah saya rasakan ketika memasuki perkebunan strawberry. Tak hanya kelezatan buahnya, tetapi memetik strawberry langsung dari kebun akan menjadikan sensasi yang tersendiri.
Kebun strawberry yang terletak di dataran tinggi tampak sangat memikat. Warna daunnya yang menghijau dan buah warna merah yang menjulur ke bawah membuat saya semakin betah memetiknya.
Waktu yang paling tepat untuk memetik strawberry adalah di pagi hari karena jika sudah siang maka strawberry sudah habis dipetik oleh tamu – tamu yang lain.
Dalam penanaman strawberry di kebun ini tidak menggunakan zat – zat kimia apapun dan proses penanamannya menggunakan berbagai teknik, diantaranya dengan cara organic yang bermedia alam. Selain itu juga bisa dengan teknik penanaman langsung di tanah dan rempah ditambah nutrisi yang biasa disebut hidroponik.
3. Pengolahan Sampah ITB
Belum hilang dari ingatan kita, beberapa waktu lalu sampah menumpuk di jalan – jalan di Kota Bandung.Bandung yang dulunya dijuluki sebagai “Paris van Java” sekarang menjadi “Lautan Sampah”.ITB sebagai institusi pendidikan memprakarsai pembangunan PPS (Pusat Pengolahan Sampah). ITB lokasinya di pojok barat daya Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Dengan demikian ITB dapat melakukan pengolahan sampah secara mandiri dan tidak tergantung pada Dinas Kebersihan
Pengolahan sampah di PPS ITB dilakukan melalui jenisnya. Sampah organic dikomposkan dengan system windrow tradisional dan windrow dipercepat. Sistem windrow caranya adalah dengan menumpuk sampah organic dalam suatu wadah yang dilengkapi saluran udara, sehingga oksigen bisa masuk ke dalamnya. Materi organic dibiarkan terdekomposisi secara alami oleh mikroorganisme. Pupuk kompos jadi dalam waktu sekitar 3 minggu.sedangkan windrow dipercepat menggunakan reactor dengan pasokan oksigen dan air untuk menjamin kondisi tetap aerob.
Sedangkan sampah anorganik dipisahkan dan dijual ke lapak untuk kemudian di daur ulang. Sisanya, sampah anorganik yang sudah tidak memiliki nilai jual dibakar dengan incinerator untuk meredksi massa dan volumenya. Proses insinerasi dilakukan dalam suhu yang sangat tinggi, diatas 8000C. Uap air dan abu sisa proses insinerasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk proses pengomposan.
4. Puspa Iptek
Kita sadari atau tidak, ternyata jam itu sangat penting peranannya dan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari – hari kita. Semua aktifitas manusia selalu disesuaikan dan diatur waktu.
Sebelum zaman modern ini, orang – orang yang hidup di zaman terdahulu menentukan waktu dengan cara menandai bayangan suatu benda atau lubang jendela pada dinding dimana bayangan itu jatuh, baik itu bayangan matahari ataupun bayangan bulan purnama. Sehingga ditemukan pola pergerakan matahari yang menunjukan waktu tertentu untuk acusn kegiatan manusia sehari – hari. Pola pergerakan matahari sebagai acuan waktu itu kita kenal sebagai jam matahari (sundial). Teknologi jam matahari inilah yang digunakan oleh masyarakat kuno Babylonia, Yunani, Mesir, dan Romawi dengan ragam bentuknya masing – masing.
Sundial atau jam matahari sebagai penemuan penting umat manusia tidak dilupakan begitu saja. Salah satu cara mengingatnya adalah dengan jalan membangun keberadaannya. di Indonesia sundial salah satunya dapat kita jumpai di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa Iptek) Kota baru Parahiyangan Bandung. Sundial diletakkan persis di atas atap Gedung Puspa Iptek. Sundial ini merupakan integrasi dari berjenis vertical dan horizontal dengan modifikasi ukuran gronom (jarum) sepanjang 50 meter dan tinggi mencapai 15 meter dari permukaan tanah.
Puspa Iptek Kota Baru Pahariyangan Bandung, dibangun sebagai wujud nyata sumbangsih putra – putri Indonesia dalam rangka membangkitkan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Selain sundial, kita bisa melihat berbagai alat peraga ilmu pengetahuan. Kita bisa membuktikan berbagai teoti sains yang dipelajari di bangku sekolah dengan alat peraga yang tersedia disana.
Berbagai alat peraga itu, misalnya :
1. Baskom air mancur
2. Sepeda gantung
3. IBM Tryscience
4. Alat untuk mengukur aris listrik pada tubuh manusia
5. Kursi paku
6. Alat uji konsentrasi
PERTANYAAN
1. Apa komposisi asteroid dan supernova ?
Jawab : Komposisi : asteroid logam ( metal ), debu, gas.
Komposisi supernova : Hidogen, helium, debu, logam berat.
2. Jelaskan pengaruh polusi cahaya dan udara terhadap kegiatan peneropongan bintang !
Jawab : Polusi udara menjadi ancaman keberadaan observatorim, bintang yang dulunya terlihat sekarang tidak karena pengarh cahaya lampu.
3. Ceritakan alat peraga yan Ceritakan alat peraga yang ada hubungannya dengan kimia, misalnya alat peraga Kotak Pencampur Warna, Cakram Warna, Konversi Energi!
4. Sebutkan zat – zat kimia yang digunakan dalam pengolahan sampah beserta kegunaannya!
Jawab : Tidak ada zat kimia dalam pengolahan sambah. Namun, dalam pengolahan sampah menggunakan alat pembakaran dan pencacahan. Sampah yang diproses dengan menggunakan pembakaran akan menjadi abu yang nantinya dibuat menjadi batako, dan abu tersebut digunakan sebagai penggati pasir pengganti pasir . Sampah yang diproses dengan metode pencacahan adalah sampah organic dan digunakan sebagai pupuk kompos.
5. Sebutkan zat – zat kimia yang terkandung dalam buah strawberry beserta manfaatnya!
Jawab : tidak mengandung zat kimia karena tidak menggunakan zat kimia dalam proses penanamannya. Dalam penanaman menggunakan berbagai teknik diantaranya dengan cara organic yang bermedia alam. Selain itu juga bisa dengan teknik penanaman langsung di tanah dan rempah ditambah nutrisi yang biasa disebut hidroponik.
Manfaat buah strawberry bagi kehidupan sehari-hari :
· Dibuat selai
· Dodol
· Gulali
· Sirup
· Jus
· Yogourt
Manfaat bagi tubuh kita :
· Dapat memutihkan gigi
· Sebagai pencegah kangker
· Mencegah terjadinya penuaan pada kulit serta mengencangkan kulit
· Mengatasi panas dalam
· Mencegah terjadinya leukemia
· Menyehatkan mata